LAKAM TEKANKAN PENGUATAN NILAI ABS-SBK BERBASIS ADAT DAN SYARAK DI MINANGKABAU

mbminvestigasi.com | LAKAM TEKANKAN PENGUATAN NILAI ABS-SBK BERBASIS ADAT DAN SYARAK DI MINANGKABAU

mbminvestigasi.com Jakarta – LAKAM Lembaga Advokasi Kebudayaan Adat Minangkabau (LAKAM) menegaskan komitmennya dalam menjaga serta memperkuat nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat Minangkabau yang berkarakter, religius, dan berlandaskan ajaran Islam.

Dalam pandangannya, LAKAM menilai bahwa ABS-SBK bukan sekadar slogan budaya, melainkan pedoman hidup yang telah mengakar kuat dalam struktur sosial masyarakat Minangkabau sejak dahulu. Falsafah ini menjadi penyeimbang antara adat istiadat dan syariat Islam, yang berjalan beriringan tanpa saling bertentangan.

LAKAM menekankan bahwa di tengah arus modernisasi dan globalisasi, nilai-nilai ABS-SBK harus terus diperkuat agar tidak mengalami pergeseran makna. Perubahan zaman dinilai membawa tantangan baru, terutama dalam aspek moral, etika sosial, serta identitas budaya generasi muda Minangkabau.
Menurut LAKAM, salah satu tantangan utama saat ini adalah menurunnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap filosofi adat yang sebenarnya memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai keislaman. Kondisi ini, jika tidak diantisipasi, dikhawatirkan dapat melemahkan karakter budaya Minangkabau yang selama ini dikenal kuat dengan nilai religius dan musyawarah.
Karena itu, LAKAM mendorong agar seluruh elemen adat, tokoh masyarakat, ninik mamak, cendekiawan, serta generasi muda untuk kembali memperkuat pemahaman terhadap ABS-SBK melalui pendidikan, diskusi budaya, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
LAKAM juga menilai pentingnya peran lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dalam memasukkan nilai-nilai ABS-SBK ke dalam ruang pembelajaran dan kebijakan budaya. Hal ini dianggap penting agar falsafah tersebut tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar hidup dalam praktik sehari-hari masyarakat.

Selain itu, LAKAM menegaskan bahwa ABS-SBK harus menjadi dasar dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat moralitas publik, serta menjadi benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif dari luar yang tidak sejalan dengan nilai-nilai adat dan agama.
Di sisi lain, LAKAM juga mengajak generasi muda Minangkabau untuk tidak menjauh dari akar budaya mereka sendiri. Modernisasi, menurut LAKAM, tidak harus menghilangkan jati diri, tetapi justru dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai adat Minangkabau ke tingkat yang lebih luas melalui media digital dan ruang publik modern.
Dengan penguatan nilai ABS-SBK, LAKAM berharap masyarakat Minangkabau dapat terus menjaga identitas budaya yang berlandaskan agama Islam, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan arah dan karakter.

LAKAM menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa adat dan syarak adalah dua pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan orang Minangkabau, sehingga penguatan keduanya menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.(TIM)