Mbminvestigasi.com

Cepat, Tepat Dan Akurat

Mbminvestigasi.com | Tekan Angka Stunting, Dinkes Pesisir Barat Laksanakan Gerakan Cegah Stunting dengan ABCDE" di Kecamatan Ngaras

Tekan Angka Stunting, Dinkes Pesisir Barat Laksanakan Gerakan Cegah Stunting dengan ABCDE” di Kecamatan Ngaras

Mbminvestigasi.com | Tekan Angka Stunting, Dinkes Pesisir Barat Laksanakan Gerakan Cegah Stunting dengan ABCDE" di Kecamatan Ngaras

Tekan Angka Stunting, Dinkes Pesisir Barat Laksanakan Gerakan Cegah Stunting dengan ABCDE” di Kecamatan Ngaras

MBMINVESTIGASI.COM, PESISIR BARAT – Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat resmi meluncurkan “Gerakan Cegah Stunting dengan ABCDE” di Lapangan Kecamatan Ngaras pada Rabu (14/10/2026) pagi [Civics]. Langkah ini diambil sebagai strategi taktis pemerintah daerah untuk mengintervensi akar masalah gizi buruk sejak usia remaja demi memutus mata rantai stunting di masyarakat.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diawali dengan kegiatan senam bersama yang diikuti oleh seluruh peserta untuk membudayakan gaya hidup sehat. Kegiatan kemudian dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat, Septono, S.KM., M.M. Agenda strategis tersebut dihadiri oleh jajaran USPIKA, termasuk Camat Ngaras Suparmi, S.IP., M.M., Kapolsek Ngaras IPTU Dani Setiawan, S.Sos., M.M., dan Danramil Pesisir Selatan, yang turut mengawal komitmen sinergi lintas sektor ini.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Kesmas sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan Yurna Betty, S.ST., M.M., Kepala UPTD Puskesmas Ngaras Ns. Mirwan Fajri, S.Kep., M.M., para peratin, jajaran TP-PKK, ratusan kader posyandu, serta pelajar dari SMPN 7 Krui dan SMAN 1 Bangkunat.

Mbminvestigasi.com | Tekan Angka Stunting, Dinkes Pesisir Barat Laksanakan Gerakan Cegah Stunting dengan ABCDE" di Kecamatan Ngaras Mbminvestigasi.com | Tekan Angka Stunting, Dinkes Pesisir Barat Laksanakan Gerakan Cegah Stunting dengan ABCDE" di Kecamatan NgarasDalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Barat Septono SKM,MM, menyampaikan mengupas tuntas dampak kronis stunting terhadap penurunan performa otak dan fisik anak. Ia menegaskan bahwa kondisi ini merupakan akibat langsung dari pola asuh yang keliru serta kurangnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu pemicu utamanya adalah rendahnya kesadaran keluarga dalam pemenuhan protein hewani, pemberian ASI eksklusif, serta minimnya edukasi kesehatan di tingkat hulu yang menyasar para remaja putri sebagai calon ibu rentan anemia.

Oleh karena itu, intervensi kini sengaja ditarik mundur hingga ke bangku sekolah melalui Gerakan Aksi Bergizi. Melalui formula ABCDE, pemerintah menetapkan lima langkah konkret pencegahan stunting:
• Aktif minum TTD (Tablet Tambah Darah) bagi remaja putri.
• Bumil (Ibu Hamil) teratur periksa kehamilan.
• Cukupi protein hewani untuk balita.
• Datang ke posyandu setiap bulan.
• Eksklusif ASI selama enam bulan pertama.

Kita tidak boleh menunggu sampai anak mengalami stunting baru bergerak. Pencegahan harus dimulai sejak usia remaja. Kita pastikan siswi-siswi kita rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) agar mereka bebas anemia dan siap melahirkan generasi yang sehat di masa depan,” ujar Septono

Sebagai wujud nyata pelayanan langsung ke masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan ini ditutup dengan kegiatan cek kesehatan gratis. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan program resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang diintegrasikan untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit dan memantau kondisi kesehatan masyarakat secara berkala di tingkat pekon.

Melalui momentum ini, Dinas Kesehatan bersama jajaran USPIKA Kecamatan Ngaras mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari perangkat pekon , kader posyandu, hingga lingkungan keluarga terkecil—untuk memperkuat sinergi. Gerakan ini diharapkan tidak menjadi seremonial belaka, melainkan menjadi stimulus gerakan mandiri di tengah masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Pesisir Barat yang bebas dari stunting.tutup septono. (Hijrah)