mbminvestigasi.com KECAMATAN LIMA KAUM – Pemerintah Kecamatan Lima Kaum secara resmi melepas keberangkatan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang akan mengikuti MTQ Nasional ke-43 tingkat Kabupaten Tanah Datar. Pelepasan dipimpin langsung oleh Camat Lima Kaum, Beni Oriza S.E., dan berlangsung di Aula Kecamatan pada Minggu, 14 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju ajang kompetisi yang digelar di Kecamatan Pariangan, berlangsung mulai tanggal 19 hingga 23 Juni 2026 mendatang. Momen pelepasan ini dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, yaitu Kapolsek dan Danramil Lima Kaum, serta perwakilan dari Kantor Urusan Agama, para pendamping, dan seluruh peserta yang tergabung dalam kafilah.
Pelepasan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dukungan moril dan semangat bagi para peserta agar dapat tampil sebaik mungkin. Camat Beni Oriza berpesan agar seluruh anggota kafilah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, menjaga kekompakan, serta tetap menjunjung tinggi sikap sopan santun, keramahan, dan kebersihan selama berada di lokasi perlombaan.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi fisik dan kesehatan menjadi modal utama dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Selain mempersiapkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, para peserta diharapkan tetap menjaga stamina agar dapat mengikuti seluruh jadwal lomba dengan lancar hingga selesai.
“Kami berharap seluruh peserta dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi nama Kecamatan Lima Kaum,” ujar Camat Beni Oriza dengan penuh harapan.
Sebelumnya, Sekretaris Camat sekaligus Ketua Panitia, Doni Ismanto S.H., menyampaikan laporan mengenai kesiapan kafilah. Ia menjelaskan bahwa tim yang dikirimkan berjumlah 60 orang, yang merupakan peserta pilihan terbaik hasil seleksi ketat dan pembinaan intensif dari setiap nagari yang ada di wilayah Kecamatan Lima Kaum.
Keenam puluh peserta tersebut akan mengikuti berbagai cabang perlombaan, mulai dari tilawah, tartil, tahfidz, tafsir, kaligrafi, khutbah Jumat, hafalan hadis, hingga cabang MSQ, MFQ, kitab standar, dan karya tulis ilmiah keislaman.
Doni menegaskan bahwa keikutsertaan ini membawa tanggung jawab lebih besar. Para peserta tidak hanya berjuang untuk kebanggaan pribadi, melainkan menjadi duta yang mewakili citra Kecamatan Lima Kaum dalam bidang keagamaan dan seni membaca Al-Qur’an.
Pesan utama yang ditekankan adalah menjaga semangat juang, berlaku sportif dalam setiap penilaian, serta senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap langkah. Dengan bekal tersebut, diharapkan kafilah dapat tampil maksimal dan meraih hasil yang membanggakan bagi daerah asalnya. (T.Novel)




