MBMINVESTIGASI.COM,JAKARTA — Keluarga Pencak Silat Nusantara (KPSN) menggelar Kejuaraan Pencak Silat kategori Pra Remaja dan Remaja dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 organisasi tersebut. Kejuaraan berlangsung di GOR Grogol Petamburan, Tanjung Duren, Jakarta Barat, dan diikuti oleh pesilat muda dari berbagai daerah.
Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Ketua Harian Pengurus Besar KPSN, Bima Sinung Widagdo, S.H., didampingi Dewan Guru KPSN, Drs. Syahrudin Darwis.MPd. Prosesi pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat, menandai dimulainya kompetisi yang menjadi ajang pembinaan atlet usia dini.
Sejumlah tokoh pencak silat nasional turut menghadiri pembukaan kejuaraan, di antaranya Sekretaris Jenderal PB IPSI, Abdul Karim Alaydrus, serta Sekretaris Umum Pengurus Provinsi IPSI DKI Jakarta, Dr. H. Wahyu, M.Si. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan bukti dukungan terhadap upaya pembinaan atlet sekaligus pengembangan olahraga pencak silat di Tanah Air.

Ketua Harian PB KPSN, Bima Sinung Widagdo, mengatakan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang perebutan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda melalui nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan persaudaraan yang menjadi ruh pencak silat.
Sementara itu, Dewan Guru KPSN, Drs. Syahrudin Darwis, M.Pd. menegaskan bahwa pembinaan pesilat sejak usia dini merupakan investasi penting bagi masa depan pencak silat Indonesia. Sebab, kompetisi yang berjenjang ini akan melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Peringatan HUT KPSN ke-58 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam melestarikan sekaligus mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Selain melahirkan atlet berprestasi, KPSN juga terus berupaya menanamkan nilai-nilai luhur, etika, dan jati diri bangsa kepada generasi muda dalam merawat akar budaya sekaligus menjadi kekuatan prestasi bangsa, melalui olahraga bela diri tradisional Indonesia.

Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan mempertandingkan berbagai kelas pada kategori Pra Remaja dan Remaja. Para juara diharapkan menjadi bagian dari regenerasi atlet pencak silat Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa di berbagai kejuaraan pada masa mendatang, yang tetap selalu menjunjung tinggi nilai berjiwa kesatria dan berbudi luhur. (FR)




