MBMINVESTIGASI.COM,Jakarta – Pertemuan para pengurus internal DPW LAKAM Dki Jakarta, terus dilakukan dalam menyamakan visi misi bersama, sebagai pokok memahami peran dan tugas masing-masing setiap anggota. Komunikasi terbuka sistem dua arah, diharapkan bisa membangkitkan rasa saling percaya sebagai pondasi kuat untuk memastikan setiap individu bergerak secara selaras dalam mencapai target bersama.
Pertemuan Internal DPW LAKAM pada Jum’at (7/8/26). Yang dihadiri oleh para Dewan-dewan. Membuat suasana jadi terharu. Ketika Ketua DPW Afrimen berharap dapat membangun tim kerja yang solid dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi hebat. Menurutnya sebuah tim yang mampu bekerja sama dengan baik dapat meningkatkan produktivitas, dan dapat menciptakan suasana kerjasama yang kondusif, serta mempercepat pencapaian target. Untuk itulah diberi makna “Alam Takambang Menjadi Guru. ” Ujarnya

Dewan Pembina DR. HC. H M Yuntri.SH. MH. Dalam mengarahkan kepada anggota yang hadir pada acara Silaturrahmi para pengurus DPW LAKAM Jakarta, menuturkan bahwa upaya pembentukan pengurua tingkat wilayah Provinsi ini, tantangannya cukup besar. Terutama mengembangkan LAKAM yang memang butuh pola pikir yang sama dalam mewujudkan kesinergian antar anggota dan tentunya tongkat atau otak organisasi strategis harus dimiliki pada sistem administrasi yang dikelola oleh sekretaris, agar sistem administrasi data best ke anggotaan bisa berjalan secara teratur. Ujarnya.
Siatem terarur tersebut berguna juga untuk menciptakan saling kesnergian para anggota, sebagai pencapaian yang diperlukan organisasi dalam pengkajian potensi masing-masing pengurus keanggotaan, seperti kata orang minang “Kami sudah melangkah sebelum kalian memikirkannya”, nah itu sebuah satu tanda bahwa kehebatan pemikir orang minang luar biasa, Jadi jelas, masing-masing anggota paham arah pergerakan organisasi mau dibawa kemana. Ujarnya.
Namun yang perlu di ingat pula bahwa Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah tujuannya untuk membangkitkan jiwa syarak itu sendiri ke diri kita. Lanjut DR. HC. H M Yuntri.SH. MH. Seperti yang kita ketahu jiwa Syarak yang hebat hingga membawa nama Minangkabau terkenal seperti perjuangan diplomatik Agus Salim, diplomatik bung Hatta, Tan Malaka, dan sebagainya.
Tentunya perjuangan orang-orang hebat ini telah menunjukkan integritas dirinya bahwa nenek moyang minang banyak orang hebat dalam menggali potensi dirinya. Nah inilah yang harus digali oleh para anggota Lakam, dalam kesinergian untuk bersama-sama berkaloborasi membangkitkan ekonomi antar anggota sehingga adat kebudayaan minangkabau diakui sebagai budaya yang bermartabat dalam persatuan. Ujarnya.
Disamping itu, Dr. Sutan Taswem Tawib. SH. MH. Mc.IM. sebagai Dewan Penasehat menyampaikan pula bahwa tantangan terbesar LAKAM sebagai lembaga advokasi kebudayaan adat Minangkabau diperlukan berkesinambungan seluruh anggota, sebab Apa yang dikatakan pembina tadi, saya sepakat untuk mengimplementasikan saling kolaborasi para pengurus dalam upaya menghadapi permasalahan yang terlihat dipermukaan masyarakat minang baik dikampuang maupun di rantau. Utamanya jangan sampai ABS SBK hanya sebagai lips service saja, namun yang harus di sepakati barsama adalah bentuk mensosialisasikan agar paham dampaknya upaya tersebut. Ujarnya.
Ia pun menambahkan, agar jangan lupa bahwa orang minang semuanya cerdik dan pintar. Untuk itulah kita bersama bisa saling berkolaborasi dalam melaksanakan misi utama advokasi adat minangkabau, seperti yang pernah disampaikan awal bahwa sistem ABS SBK bisa manjadi lips service saja, jika aturan hukum nya sudah kuat tercantum didalam pasal 18 huruf B UUD 45 yang diamandemenkan untuk keempat kalinya. Ucapnya.
Sementara Pasal 5 huruf C UU no 17 tahun 2022. inti nya, bagaimana cara mandasak pemda kota / kabupaten dan Propinsi untuk segera mengimplementasikan pasal pasal tersebut dan inilah yang diperlukan pergerakan LAKAM untuk bisa juga berkoordinasi dengan DPRD propinsi, kota / kabupaten hingga DPR RI Pusat. Kalau sudah ada landasan hukum dalam bentuk perda, maka LAKAM akan berperan besar nantinya sebagai pejuang implementasi nyata dilapangan. Sehingga permasalahan-permasalahan seperti lgbt ditanah minangkabau, atau permasalah pelacuran, jika dihubungkan dengan melihat masyarakat minang lebih suka tutup mata, sementara disisi lain seperti medsos, orang minang suka mambaca. Tuturnya
Dari sinilah, peranan LAKAM bisa masuk, apabila landasan hukum sudah terwujud didalam bentuk Perda. Sehingga peran niniak mamak, ataupun bundo kanduang dalam menjaga, mengatasi sebagai pemberi solusi dapat terwujud, apa lagi tentang masalah tanah ulayat. Jadi inilah sebenarnya kegiatan LAKAM dalam berjuang sebagai bagian pelaksana agar provinsi Sumatera Barat menjadi daerah istimewa minangkabau. Ucapnya
Wakil ketua Muhammad Iqbal. SH pun ikut sepakat apa yang disampaikan pembina, namun ada 3 hal visi besar yang harus dapat kita jalani dalam membangun organisasi hebat yang bukan hanya tentang struktur, atau kaderilisasi massa banyak. Sebab ada tantangan yang kita hadapi saat ini menyimak karakter sebuah perkumpulan, ada organisasi yang tidak punya uang tapi punya pemikiran dan ada juga organisasi yang punya uang segudang tapi tidak punya pemikiran, Jd itu keduanya berkarakter yang sama-sama organisasi lumpuh. Katanya
Ia menambahkan, jika melihat rata-rata banyak orang minang yang punya pemikiran, sehingga yang perlu kita akui adalah bahwa organisasi minang, sudah terlalu banyak baik dari tingkat tinggi, menengah, maupun yang paling terendah. Jadi yang perlu saya tekankan, bagaimana pergerakan LAKAM ini mau memilih diposisi yang mana. Apa posisi yang berjalankah atau posisi yang terseok-seok tidak bisa berjalan atau juga lebih memilih berlari kencang, Itu kita yang tentukan. Ujarnya
Menurutnya, organisasi Lakam ini adalah lembaga advokasi yang mempunyai serangkaian kegiatan terstruktur yang di dalamnya penuh kegiatan sosial bahkan Politik. Jadi langkah kedepan Lakam ini tidak perlu banyak keanggotaan namun perlu banyak kegiatan yang bersinergi dengan organisasi minang lainnya, karna Lakam organisasi advokasi. Tuturnya.
Namun perlu disadari bahwa tentang bagaimana menjadikan anggota yang dapat bekerja bersama menuju tujuan yang sama, sebagai wujud kesuksesan organisasi tidak hanya ditentukan oleh desain formal saja. Akan tetapi bagaimana anggota dapat saling bersinergi sehingga mampu menumbuhkan ekonomi yang berpenghasilan, sehingga kas pertumbuhan Lakam pun dapat terbantu berjalan dengan baik, seperti hadis mengatakan “Kemiskinan mendekatkan kekufuran”, nah inilah Salah satu kendala kebanyakan organisasi adalah tidak adanya Dana, yang beranggapan bahwa tidak ada gunanya berorganisisi.
Jadi visi Lakam yang natabene nya advokasi, bagaimana meminalisir persepsi tentang tidak punya dana tersebut menjadi saling membantu sesama anggota yang lain agar tidak menjadi tabbu untuk disampaikan dalam forum menuju kesinergian anggota pengurus. Dan perlu di ingat bahwa adai program terbesar yang akan kita hadapi nanti pada acara besar pelantikan. Tutupnya. (Tim)












