Mbminvestigasi.com

Cepat, Tepat Dan Akurat

Berhentinya Aktivitas PT WIN: 1500 karyawan PHK dan Ribuan Keluarga Lingkar Tambang KONAWE SELATAN Terjepit Ekonomi

Mbminvestigasi.com | Berhentinya Aktivitas PT WIN: 1500 karyawan PHK dan Ribuan Keluarga Lingkar Tambang KONAWE SELATAN Terjepit Ekonomi

MBMINVESTIGASI.COM, KONAWE SELATAN-.Berhentinya aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) sejak Maret 2026 membawa dampak luas terhadap kehidupan masyarakat lingkar tambang di Desa Torobulu,Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Gelombang PHK dan terhentinya roda ekonomi membuat ribuan keluarga kini berada dalam kondisi sulit.

Sejak bulan Maret hingga Agustus 2026, seluruh kegiatan operasional PT WIN dihentikan. Meski perusahaan masih memberikan gaji kepada karyawan hingga Juli 2026, namun memasuki Agustus 2026,kondisi keuangan perusahaan makin sulit sehingga bersamaan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, harapan masyarakat untuk kembali bekerja justru semakin menipis.

GELOMBANG PHK,
YANG MENYEDIHKAN

Ramdi, warga yang akrab disapa Tahang, salah satu tenaga kerja lokal mengaku paling terpukul yang terdampak PHK, menceritakan beratnya beban hidup setelah kehilangan pekerjaan.
“Cicilan motor belum lunas,perabot Rumah tangga yang terlanjur di cicil, rumah masih tahap bangun juga belum selesai. Mau kerja di mana lagi Pak,” ungkap Ramdi kepada awak Media dengan nada lirih sedih.

Hal senada disampaikan Risal, karyawan yang sebelumnya bertugas sebagai operator di PT WIN. Sebagai tulang punggung keluarga, ia mengaku memiliki banyak tanggungan.
“Adik saya masih kuliah semester 3, butuh biaya. Orang tua juga masih saya tanggung,belum anak istri saya terutama anak- anak saya yang masih bersekolah.Kalau begini terus bagaimana,” ujar Risal.

UMKM, KIOS, PASAR & NELAYAN IKUT TERDAMPAK

Dampak tidak hanya dirasakan pekerja, tetapi juga pelaku UMKM di sekitar area perusahaan. Warung makan di Simpang Tiga Desa Torobulu, yang dulunya ramai oleh karyawan kini sepi pembeli. Kios-kios lingkar tambang dan pasar tradisional di Desa Torobulu juga merasakan penurunan omzet drastis.

Tidak hanya itu, para nelayan di sekitar lingkar tambang juga merasakan dampaknya. Hilangnya aktivitas perusahaan membuat perputaran uang di tempat penampungan ikan (TPI) di pelabuhan desa Torobulu ikut terdampak.

Sariamin, salah satu pemasok mobil penyiram untuk PT WIN, mengaku paling merasakan imbasnya.
“Sejak perusahaan berhenti, orderan tidak ada sama sekali. Mobil saya nganggur. Ini sumber penghidupan utama kami,” katanya.

HARAPAN DI HUT RI KE-81:RKAB SEGERA TERBIT

Masyarakat kini hanya bisa berharap agar PT WIN dapat kembali beraktivitas. Kunci utama yang dinanti adalah diterbitkannya RKAB – Rencana Kerja dan Anggaran Biaya perusahaan oleh Kementerian terkait.

“Kami berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto dan para Menteri terkait dapat memberikan solusi bagi rakyatnya, khususnya masyarakat terdampak di Konawe Selatan. Semoga di tanggal 17 Agustus ini menjadi kado bagi kami, RKAB PT WIN bisa segera diterbitkan agar perusahaan bisa jalan lagi,” harap salah satu warga.

Warga menilai kehadiran PT WIN selama ini sangat membantu perekonomian. Investasi dan kegiatan usaha diharapkan tetap berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lingkar tambang.

Penulis 🙁 Andriawan polingai)