mbminvestigasi.com TANAH DATAR – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Tanah Datar yang ke-43 secara resmi dibuka di Nagari Simabur, Kecamatan Pariangan, pada Jumat (19/6/2026). Ribuan kafilah, masyarakat umum, tamu undangan, serta jajaran pejabat daerah memenuhi lokasi acara yang selama lima hari ke depan menjadi pusat kegiatan syiar agama Islam di wilayah Luhak Nan Tuo.
Di tengah kemeriahan dan suasana khidmat pembukaan, terlihat pula satu hal yang menjadi perhatian: tingginya jumlah pengunjung belum sepenuhnya diimbangi dengan pengaturan arus kendaraan dan tempat parkir yang tertata. Sejak siang hari, jalur menuju Pasar Simabur terlihat padat. Kendaraan roda dua maupun empat terparkir di sembarang tempat, bahkan ada yang menempati bahu jalan sehingga menyempitkan ruang lintas dan memperlambat kelancaran perjalanan menuju lokasi utama. Kondisi ini menjadi perhatian agar dapat diperbaiki selama rangkaian kegiatan berlangsung demi kenyamanan bersama.
Berbeda dengan kondisi di jalan raya, suasana di dalam Lapangan Sepak Bola Simabur terasa sangat tertib dan terorganisir. Sebagai tuan rumah, Kecamatan Pariangan berhasil menyajikan acara pembukaan yang megah namun tetap menyentuh nilai religius. Meskipun di tengah kebijakan penghematan anggaran daerah, panitia mampu menampilkan tata panggung yang layak, penampilan seni budaya yang memukau, serta keterlibatan aktif warga — membuktikan bahwa keterbatasan dana tidak menghalangi terselenggaranya kegiatan berkualitas.
Dalam sambutannya, Bupati Tanah Datar Eka Putra menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang berlomba memperebutkan piala. Kegiatan ini adalah sarana memperluas syiar Islam, mempererat persaudaraan, serta membentuk generasi muda yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Namun ia juga menyampaikan peringatan tegas kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama dewan hakim dan panitia penilai. “Saya minta agar kejujuran dan amanah dijunjung tinggi sepenuhnya. Jangan sampai ada praktik yang mencederai kehormatan dan marwah kegiatan ini,” tegasnya.
Bupati tidak segan menyampaikan sikap tegasnya jika ditemukan adanya penyimpangan. “Apabila terbukti ada kecurangan atau penilaian yang tidak objektif, saya akan mengambil langkah tegas tanpa ragu. Ini untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menjaga kemurnian ajaran yang diperlombakan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra mengingatkan makna hakiki dari MTQ. Menurutnya, menjadi juara adalah hal yang baik, namun jauh lebih penting adalah menanamkan kecintaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an dalam keseharian. “Kemenangan dan kekalahan adalah hal biasa dalam perlombaan. Namun nilai terbesarnya adalah bagaimana ajaran Al-Qur’an menjadi panduan hidup bagi kita semua,” ujarnya.
MTQ ke-43 ini akan berlangsung hingga 23 Juni 2026, dengan berbagai cabang lomba yang diikuti perwakilan dari seluruh kecamatan di Tanah Datar. Meskipun masih ada perbaikan yang perlu dilakukan pada aspek pengaturan lalu lintas, semangat gotong royong warga Pariangan dan komitmen menjaga kejujuran menjadi harapan utama agar kegiatan ini berjalan lancar, bermakna, dan sesuai nilai-nilai luhur yang diusungnya.(TN)




