MBMINVESTIGASI.COM,Jakarta – Suasana aktivitas bisnis jual beli emas dan perhiasan masih bakal menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi masyarakat ke depan. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat harga emas dunia masih tercatat cukup tinggi, meski dalam tren pelemahan dari pantauan pasar, harga emas dunia tercatat menurun pada perdagangan, akibat ketegangan geopolitik dan pelemahan ekonomi global, namun di sisi lain pelemahan tersebut mendorong permintaan emas fisik maupun investasi terus meningkat.
Emas adalah salah satu logam mulia yang paling banyak diikuti dan sering dianggap sebagai aset pelindung selama periode ketidakpastian ekonomi, inflasi, dan risiko geopolitik. Emas memainkan peran ganda sebagai investasi dan barang konsumsi, dengan permintaan yang didorong oleh pasar keuangan, konsumsi perhiasan, dan penggunaan industri. Namun yang menjadi perhatian penuh pada perdagangan di pasar London yang tidak terdaftar, serta di bursa utama seperti COMEX dan Bursa Emas Shanghai (SGE) terjadi hal yang sama.
Pada kontrak berjangka standar biasanya mewakili 100 ons troy. Namun secara spesifik global mengatakan bahwa, permintaan emas dipimpin oleh konsumsi perhiasan, yang diikuti oleh permintaan investasi bagian yang lebih kecil dari aplikasi industri. Sedangkan dari sisi pasokan seperti China, Australia, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Rusia, Peru, dan Indonesia termasuk di antara produsen terbesar sebagai konsumen utama perhiasan emas termasuk India, China, Amerika Serikat, Turki, Arab Saudi, Rusia, dan Uni Emirat Arab.
Sedangkan harga emas yang ditampilkan di Trading Economics didasarkan pada instrumen keuangan over-the-counter (OTC) dan kontrak untuk perbedaan (CFD) yang dimaksudkan untuk memberikan referensi pasar umum saja. Akan tetapi harga ini tidak mewakili harga acuan resmi, sebab data yang disediakan oleh pihak ketiga, walau ada upaya melakukan untuk memastikan keandalannya, Trading Economics tidak bisa memverifikasi data tersebut dan tidak bisa membuat pernyataan adanya jaminan.
Bagi konsumen ketika membeli emas, sebagian besar orang biasanya langsung fokus pada berat, harga, atau desain produk. Namun ada satu hal yang sering tidak terlihat, tapi justru sangat penting dalam menentukan kualitas dan kepercayaan, dari mana emas itu berasal dan bagaimana proses nya.
Karna di balik setiap keping emas, tentu sudah ada standar yang memastikan bahwa emas tersebut diproduksi melalui proses yang dapat dipercaya. Salah satu standar secara global dalam industri emas berada pada organisasi internasional LBMA (London Bullion Market Association) yang mana, organisasi ini menetapkan standar dalam perdagangan emas dan perak di pasar global sebagai responsible sourcing, untuk memastikan bahwa emas yang beredar dalam rantai pasok global, meski berasal dari sumber yang jelas, dan dapat ditelusuri, serta bisa diproses melalui sistem yang memenuhi standar kepatuhan dan etika yang ketat.
Sedangkan di balik istilah responsible sourcing itu sendiri, terdapat prinsip utama yang menjadi fondasi industri emas modern, yang memastikan kebijakan bahwa emas yang masuk ke dalam rantai pasok global, tidak berasal dari aktivitas ilegal, dan tidak terkait dengan area konflik, serta tidak terlibat pada pelanggaran hak asasi manusia, atau tidak terkait dengan praktik pencucian uang. Maka dengan kata lain, LBMA menetapkan standar bahwa emas yang diperdagangkan secara global memiliki asal-usul yang jelas, legal, dan dapat dipertanggungjawab sebagai integritas proses Good Delivery List.

Antam salah satu perusahan yang telah memperoleh akreditasi LBMA Good Delivery sejak 1 Januari 1999, yang sampai saat ini, ANTAM merupakan perusahaan pengolahan dan pemurnian emas pertama di Indonesia yang mendapatkan akreditasi LBMA dengan pencapaian pemurnian yang mencerminkan bahwa emas ANTAM diproduksi melalui sistem yang telah memenuhi standar internasional, termasuk penerapan responsible sourcing dimana rantai pasok emas dapat ditelusuri, transparan, dan sesuai dengan standar kepatuhan global, sehingga pembeli emas tidak hanya mendapatkan produk fisik, tetapi juga yakin bahwa emas tersebut berasal dari proses yang dapat dipercaya, soal berat dan harga. (FB)




