MBMINVESTIGASI.COM,Bogor – Babak baru sejarah perantau Padang Magek resmi terukir. Ikatan Keluarga Padang Magek (IKPM) Jabodetabek hari Minggu (2/8/2026) meresmikan penggunaan lahan pemakaman sekaligus meresmikan peletakan batu pertama pembangunan surau di Desa Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Langkah ini menutup serangkaian keresahan yang dirasakan warga selama bertahun-tahun, sekaligus memperkokoh identitas budaya di perantauan.
Acara peresmian dipimpin langsung Ketua Umum IKPM Jabodetabek H. Alisar, SE, disertai Sekretaris Jenderal sekaligus Ketua Bundo Kanduang KKTD Luhak Nan Tuo Mira Gusniwati, S.S., M.Pd. Kehadiran tokoh adat, keluarga besar organisasi, serta perwakilan pemerintah setempat menjadikan momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan pernyataan nyata kekuatan gotong royong masyarakat Minang.
Selama ini, salah satu beban terberat yang kerap dihadapi warga perantau adalah urusan pemakaman anggota keluarga. Mengirim jenazah pulang ke kampung halaman membutuhkan biaya tidak sedikit, sementara mencari lokasi pemakaman yang layak dan memiliki ikatan kekeluargaan di rantau bukan perkara mudah. Kini, persoalan itu perlahan terjawab dengan keberadaan lahan khusus milik organisasi.
Lebih dari sekadar tempat peristirahatan terakhir, kawasan ini akan dilengkapi surau yang berdiri berdampingan. Keberadaan surau menjadi penegas bahwa fasilitas ini disiapkan untuk menjaga tiga hal sekaligus: penghormatan kepada yang telah tiada, pembinaan iman bagi yang masih hidup, serta tempat berpijaknya nilai-nilai adat Minangkabau bagi generasi muda yang lahir dan besar di tanah rantau.
Dalam sambutannya, H. Alisar menegaskan keberhasilan ini bukan milik kepengurusan semata, melainkan hasil sumbangan tenaga, pikiran, dan harta seluruh anggota IKPM. “Ini adalah amal jariyah kita bersama. Sesuatu yang harus dijaga dengan rasa memiliki, dirawat dengan tanggung jawab, dan dikembangkan agar tetap bermanfaat sampai ke anak cucu kita nanti,” ujarnya.
Ia juga menegaskan surau ke depannya akan berfungsi seluas-luasnya: bukan hanya tempat ibadah, melainkan pusat silaturahmi, tempat belajar adat dan agama, serta benteng agar jati diri Padang Magek tidak luntur tergerus zaman.
Peresmian ini turut disaksikan jajaran pengurus Pusat Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Nasional, tokoh pengusaha, serta Kepala Desa Pabuaran Ayoh Yohana bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan luas dari sesama warga asal Sumatera Barat maupun masyarakat setempat terhadap langkah yang diambil IKPM.
Pada akhirnya, kehadiran lahan makam dan surau ini melampaui sekadar bangunan fisik. Ia menjadi bukti nyata: sejauh mana kaki melangkah merantau, eratnya tali persaudaraan, tegaknya gotong royong, dan hidupnya nilai adat, akan selalu menjadi bekal yang tak terpisahkan dari orang Padang Magek.(TN)




